Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Konsumsi Energi pada Bangunan Gedung

Dear sahabat BlogTeknisi, masih tentang audit energi, hari ini saya ingin melanjutkan pada bahasan tentang Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Konsumsi Energi pada Bangunan Gedung.

Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi energi pada bangunan terbagi dari dua kategori yaitu: (Deptamben. 1996)


Credit Picture : pixabay.com (License: CC0 Public Domain)
Baca Juga : Prosedur dan Tatalaksana Audit Energi pada Bangunan Gedung

1. Faktor Perencanaan Bangunan

Yang dimaksud dengan faktor tata letak bangunan adalah aspek-aspek yang perlu dipertimbangkan pada awal perencanaan bangunan. Aspek-aspek tersebut adalah:

a. Orientasi Bangunan

Arah bangunan timur - barat akan mempengaruhi pemanasan langsung, karena radiasi matahari. Pada prinsipnya cahaya matahari memang kita butuhkan sebanyak mungkin untuk penerangan. Akan tetapi radiasinya dihindarkan sebanyak mungkin, karena cahaya matahari langsung mengenai tembok atau bidang kaca akan membuat ruangan dibelakangnya menjadi cepat panas. Begitu pula konfigurasi pelapisan bangunan mempengaruhi jumlah penggunaan energi. Untuk bangunan yang berlokasi di daerah-daerah dengan iklim yang nyaman pengaruh radiasi matahari mungkin tidak besar. Akan tetapi untuk daerah-daerah dimana radiasi sinar matahari cukup berarti, orientasi dari dinding-dinding luar berpengaruh terhadap konsumsi energi.

b. Desain Bangunan

Desain bangunan mempengaruhi konsumsi energi. Bangunan yang bulat atau melingkar biasanya mempunyai luas permukaan lantai yang lebih kecil, karena itu kehilangan energi dan radiasi dari luar juga lebih kecil dibandingkan dengan bentuk bangunan yang lain untuk jumlah luas lantai yang sama. Bangunan-bangunan yang tinggi memiliki luas atap yang lebih kecil sehingga kurang dipengaruhi oleh radiasi dari atap tetapi radiasi dari dinding akan lebih besar. Disamping itu bangunan-bangunan yang tinggi pada umumnya akan dipengaruhi oleh angin atau udara disekitar sehingga efek infiltrasi udara luar menjadi lebih besar. Jelaslah bahwa desain bangunan memiliki pengaruh yang besar terhadap jumlah konsumsi energi terhadap bangunan.

c. Fungsi Bangunan

Pengaruh energi dibangunan sangat dipengaruhi oleh fungsi bangunan. Bangunan perkantoran lebih mengutamakan penggunaan energi. Sedangkan bangunan hotel lebih diarahkan kepada aspek kenyamanan penghunian untuk tujuan komersial. Demikian pula untuk jenis bangunan lain seperti rumah sakit penggunaan energinya selain untuk memberikan kenyamanan dalam memperlancar aktivitas perkantoran juga bertujuan untuk pelayanan kesehatan seperti penggunaan peralatan listrik untuk operasi, laboratorium dan sebagainya. Persyaratan pencahayaan dan tata udara juga bervariasi. Misalnya untuk kegiatan yang memerlukan ketelitian tinggi, seperti laboratorium dan reparasi arloji, diperlukan tingkat pencahayaan yang tinggi (lux tinggi). Begitu pula ruangan khusus dengan peralatan komputer memerlukan suhu pendinginan tertentu guna memenuhi persyaratan pemeliharaan peralatan dan sebagainya.

Baca Juga : Bentuk-bentuk Energi yang Dikonsumsi dalam Bangunan Gedung

2. Faktor peralatan dan penghunian

Faktor–faktor ini sangat besar pengaruhnya terhadap penggunaan energi dibangunan. Pengaruh kearah tidak efisienan penggunaan energi dapat dicegah melalui program-program tertentu seperti audit energi dan peningkatan kesadaran penghuni sebagai pemakaian energi.

a. Peralatan 

Peralatan yang kurang pemeliharaan dan sudah lama digunakan mempunyai tingkat efisien yang rendah. Dalam memilih peralatan seperti AC, lampu, pompa dan sebagainya selain pertimbangan sebagai tingkat efisiensinya perlu pula diperhatikan umur alat (life time). Disamping itu pemeliharaan akan sangat membantu meningkatkan efisiensi peralatan.

b. Penghunian

Tidak dapat dipungkiri bahwa pemakaian energi didalam bangunan adalah penentu tingkat konsumsi energi dalam bangunan. Tingkat kesadaran penghuni mengenai konservasi energi menentukan boros tidaknya penggunaan energi disuatu bangunan. Pada pelaksanaannya program konservasi energi, faktor penghuni memegang peranan penting bagi keberhasilan program tersebut secara menyeluruh. Melakukan audit energi berarti mengurangi biaya operasional bangunan, menambah keuntungan dan memperkuat daya saing, yang dapat diharapkan dari tindak lanjut audit energi.

Demikian postingan saya tentang Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Konsumsi Energi pada Bangunan Gedung semoga bermanfaat ! [BT]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Konsumsi Energi pada Bangunan Gedung"

Poskan Komentar